Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Maret 2014
Dampak Kurang Tidur Sama Buruknya Seperti Efek Stres

Ketika tubuh mengalami stres, sistem kekebalan tubuh ternyata merespon dengan cara yang sama seperti yang terjadi saat orang kurang tidur. Untuk memahami dampak kurang tidur dan bagaimana reaksinya terhadap tubuh, peneliti membandingkan sel darah putih orang yang tidur teratur selama 8 jam dengan orang yang tidur kurang dari 8 jam atau disebut juga kurang tidur.
Dalam penelitian ini, peneliti merekrut 15 orang peserta. Kesemua peserta diminta tidur selama 8 jam pada malam hari. Agar tubuhnya bekerja dalam kondisi sempurna, peserta diminta menghabiskan 15 menit waktunya di luar ruangan setiap 90 menit ketika siang hari. Peserta juga diminta menjauhi alkohol, kafein dan obat-obatan.
Pada sesi berikutnya, para peserta diminta tetap terjaga selama 29 jam. Sampel darahnya kemudian diambil pada setiap tahap. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel darah putih dalam darah meningkat jumlahnya selama fase kurang tidur.
"Granulosit segera bereaksi ketika tubuh mengalami gejala kurang tidur dan langsung menyerupai respon tubuh saat sedang mengalami stres," kata Katrin Ackermann, peneliti postdoctoral di Eramus MC University Medical Center Rotterdam di Belanda seperti dilansir Medical Daily, Senin (2/7/2012).
Ackerman berharap, penelitian berikutnya di masa depan akan menemukan mekanisme molekuler di balik respon stres ini dan menjelaskan perannya dalam perkembangan penyakit yang berhubungan dengan gejala kurang tidur kronis. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention pernah melaporkan bahwa hampir sepertiga warga AS mengalami kurang tidur.
Kurang tidur sendiri diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, kanker dan obesitas. Orang yang sering kurang tidur atau jam biologisnya terganggu umumnya memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk dibanding orang yang jam tidurnya normal.
"Jika dikonfirmasi dengan lebih banyak data, temuan ini akan memiliki implikasi dalam praktik klinis dan profesi yang berkaitan dengan kurang tidur dalam waktu yang lama, misalnya pada orang yang sering bekerja shift malam," pungkas Ackermann.
source
Kamis, 19 Desember 2013
Kasus kasus Gangguan Tidur yang Aneh
Seharusnya tidur menjadi momen untuk beristirahat dan pemulihan kondisi tubuh. Namun individu-individu di bawah ini malah tersiksa karena tidur.
1. Kasus Sleeping Beauty
1. Kasus Sleeping Beauty

Sleeping Beauty sebenarnya dongeng tentang putri tidur yang jatuh tertidur karena racun nenek sihir, dan hanya bisa bangun oleh sebuah kecupan dari seorang pangeran.
Di dunia nyata, Louisa Ball dari Inggris bisa dibilang menjadi the real sleeping beauty. Namun, ia tak akan terbangun karena pangeran. Karena, gangguan apa pun tak bisa membangunkannya. Kasusnya yang paling parah, Louisa pernah tertidur hingga 13 hari tanpa bangun.
Louisa mengalami gangguan tidur yang disebut Kleine-Levin Syndrome. Kasusnya di dunia diprediksi tak lebih dari 1000 orang. Penderita biasanya tetap hidup seperti orang normal, namun, pada suatu waktu bisa tidur berhari-hari hingga berminggu-minggu.
2. Narkolepsi

Gangguan tidur yang satu ini sudah sering kita dengar. Ya, narkolepsi adalah suatu kondisi saat penderitanya bisa tiba-tiba jatuh tertidur meski sedang melakukan aktivitas.
Orang yang menderita narkolepsi langsung masuk ke kondisi REM - yaitu kondisi dalam tidur saat menuju alam mimpi. Hasilnya, orang tersebut tidak bisa bangun secara normal. Ia tetap asik terlelap dalam tidurnya.
3. Cataplexy

Claire Scott dari Jersey, Channel Islands tidak boleh tertawa. Mengapa? Karena setiap ibu dua anak ini tertawa, maka ia akan langsung tertidur.
Pernah suatu ketika, anak gadisnya menceritakan lelucon yang ia buat di sekolah. Cla ire langsung tertawa terbahak-bahak karenanya. Apa yang terjadi kemudian? "Hal terakhir yang saya tahu, suami saya memindahkan saya dari lantai dapur."
Diprediksi, 5 dari 10.000 orang di dunia kemungkinan menderita cataplexy seperti yang dialami Claire.
4. Somnambulistic Eating

Anna Ryan tidak pernah tahu mengapa berat badannya bisa tiba-tiba bertambah 27 kg. Ia mulai menyadari dan memeriksa ke dokter setelah merasa lelah berkepanjangan (plus kekenyangan pastinya) setiap bangun tidur. Padahal, ia merasa kualitas tidur malamnya sudah bagus.
Setelah dokter Scott Eveloff memeriksa kondisinya, barulah diketahui kalau ia menderita NSRED (Nocturnal Sleep-Related Eating Disorder) atau disebut juga SRED (Sleep Related Eating Disorder). Yaitu suatu kondisi makan banyak saat tidur tanpa menyadarinya.
Penderita NSRED bisa menguras kulkas dan menghabiskan makanan walau masih dalam keadaan tidur nyenyak.
Selain NSRED, ada juga yang disebut NES (Night Eating Syndrome). Namun, penderita NES menyadari kalau sedang makan sehingga bisa bangun dari tidurnya dan merasa aneh, mengapa tiba-tiba ada makanan dalam mulutnya.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)